Membeli saham lebih mudah dari pada gabung perguruan pencak silat

"Membeli saham susah, nggak, sih ?" jawabannya, "Susah ! kalau anda sudah nggak niat !" hehehe, Sorry, becanda. Membeli saham itu mudah. Mudah buanget. Meskipun tidak semudah membeli kacang goreng.

Nah, gimana caranya, Bro ?
Begini-begini. Membeli saham itu nggak bisa langsung kayak mau beli rokok di minimarket atau warung kelontong tetangga sebelah. Membeli saham itu mesti lewat perantara, istilah kerennya Broker atau Perantara Efek, istilah pasarannya makelar-lah. Broker-broker ini banyak banget sehingga Ente mesti hati-hati. Broker yang kita pilih mesti broker yang sudah terdaftar di BEI (Bursa Efek Indonesia)/ IDX (Indonesian Stock Exchange). Dimana kita ngelihatnya ? Ah, jaman sudah era digital lihatnya mesti lewat website resmi IDX dong, Bro. Dimana ? Ah, kok masih nanya juga ! disini-disini, ane cariin klik aja ! Disitu ada Profil anggota bursa alias Broker yang bisa kita pilih.

Sebenarnya mengapa kita mesti beli lewat Broker, sih ?. Nah pertanyaan ini pertanyaan yang nyaris Ane tanyakan waktu sekolah pasar modal dulu. Logikanya gini, Bro. Sama aja kita mau beli Obat Cacing Kremi, Bro. Kita nggak bisa beli obat cacing ke Pabrik Obat Cacing Kremi, kan ?. Kita beli lewat toko, supermarket, atau apotek, atau toko kelontong sebelah rumah Pak RT. Nah, Dunia per-saham-an ini punya aturan agar nggak semua orang bisa ngejual saham. Bisa lebih enak diawasi, apalagi dunia pe-saham-an ini memiliki tingkat resiko tinggi dengan duit yang nggak sedikit. Iya, kan ?

Ibaratnya gini, kita mau beli saham Telkom. Nah, Kita pergi ke Supermarket Saham. Di tempat itu ada booth-booth atau petak-petak. Nah, pemilik petak-petak atau booth-booth itu adalah Para anggota Bursa alias Broker. Nah, tempat bernaung dari Anggota Bursa itu, yaitu wujud "bleger" fisik dari Supermarket Saham itu bisa kita ibaratkan sebagai Bursa Efek Indonesia. Nah, posisi-posisinya seperti itu.

Nah, terus kalau mau beli, gimana ? katanya gampang !!
Gini. Ente tinggal milih pedagang efek/ perantara/ sekuritas perantara saham. Disitu ente daftar ! GRATIS !! paling cuman gantiin materai sejumlah enam biji. Terus disitu ente ngisi formulir, ngisi biodata, ngisi juga nomer rekening.

Nah !! PERHATIAN !! Rekening ini rekening Bank Ente yang akan dipakai untuk keluar-masuk transaksi. Rekeningnya gak boleh beda-beda. Rekening bersifat satu pintu. Nah, ente mengisi aplikasi di sekuritas/ broker adalah untuk membuat RDI alias Rekening Dana Investor. Rekening ini HARUS terpisah pula dari rekening sekuritas. Kesimpulannya gini, ente punya rekening di bank, dan ente nanti dibuatkan Rekening Dana Investor (RDI). Setiap Transaksi hanya akan dilakukan antar dua rekening itu. Semisal ente mau beli saham, Rekening Bank ente harus transfer dulu ke RDI. Di RDI otomatis masuklah uang itu. Duit yang masuk itu nantinya bisa dipake beli saham via online atau pemesanan di masing-masing sekuritas. Begitu pula kalo mau ngejual saham. Saat ente jual saham, Duit itu akan masuk ke rekening RDI. Dari RDI ente mesti narik uang itu dulu agar masuk ke rekening Bank Ente pada saat ngisi aplikasi formulir pendaftaran di Sekuritas. Paham ?

Proses daftarnya lama nggak, sih ?
Pengalaman Ane, kurang dari seminggu setelah ngisi aplikasi, kita akan diverifikasi kantor pusat sekuritas via telpon. Nah, setelahnya, nomor rekening RDI akan dikirim via e-mail. Setelah RDI dinyatakan jadi, segera kita sudah mulai bisa bertransaksi saham.

Adalagi, Bro ! Selepas aplikasi formulir selesai, beberapa hari ke depan, ente juga akan dikirimi kartu AKSES, bukan ASKES loh ya !, disitu ente bisa cek via online kepemilikan saham ente dan segala informasi valid mengenai dunia persahaman Indonesia.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel