Perbedaan penggunaan Wish dan Hope


Hope dan Wish adalah ungkapan tentang harapan yang seseorang inginkan sesuatu terjadi atau menjadi kenyataan)

Berikut adalah contohnya;
  • Hopefully ...
  • I hope/wish/expect ...
  • I am hoping/expecting ...
  • I hope you will do it better next time ...
  • Best of luck!
  • All the best!
  • Good luck!
  • Here's hoping that you can do it.
  • I just hope he'll be able to come
Untuk meresponnya; 
  • Thank you 
  • Thanks a lot
  • Thanks for your hope/wish
  • God bless us
Kedua ungkapan ‘I hope’ and ‘I wish’  sangat umum digunakan dalam percakapan sehari-hari). Ada sedikit perbedaan diantara keduanya. Dalam pembahasan kali ini, kita akan belajar bagaimana menggunakan ungkapan tersebut dengan tepat, tergantung dari situasinya

Apa sih perbedaan penggunaan Wish dan Hope ?


Walaupun kedua verb tersebut memiliki arti yang sama, tapi memiliki perbedaan dalam bentuk kalimatnya. Wish dapat diikuti dengan semua tenses, sedangkan hope tak bisa diikuti oleh kata kerja (verb) atau kata kerja bantu (auxilary) present tense.

1. Hope
Hope adalah ungkapan atas menginginkan sesuatu bisa terjadi atau menjadi kenyataan. Perasaan bahwa apa yang diinginkan dapat dimiliki atau peristiwa  itu akan menghasilkan yang terbaik tersebut tinggi.

Contoh:
  • I hope my parents gives me a laptop this year (saya berharap orangtuaku memberiku sebuah laptop)
  • They hope to visit us next year (Mereka berharap untuk mengunjungi kami tahun depan)
Berbeda dengan wish, hope merupakan harapan yang bisa diwujudkan dan sangat mungkin terjadi. Contohnya kamu ingin mendapatkan nilai sempurna di ujian nasional tahun depan. Tentu saja, apabila kamu belajar dengan giat mulai dari sekarang, nilai sempurna yang diharapkan bisa terwujud.
  • I hope I get the perfect result on my final test next year
Jika ada subjek baru, hope harus diikuti oleh anak kalimat:
  • I hope (that) she’ll like these flowers.
  • Her father hoped (that) Ariel would become a doctor, but her heart was always set on the stage.
  • I hope (that) you won’t think me rude, but that red dress that you’re wearing definitely doesn’t suit you.
  • They were stranded on the side of the mountain and hoped (that) the rescue team would reach them before nightfall.
2. Wish
Wish adalah ungkapan yang seseorang ingin miliki atau melakukan sesuatu atau melihat sesuatu terjadi; keinginan, dambaan, atau kecenderungan yang kuat untuk hal tertentu.
Kita dapat menggunakan 'wish + past tense' untuk membahas tentang situasi saat ini. Meskipun kita menggunakan bentuk past tense, kita tidak membicarakan tentang masa lampau
Walaupun wish umumnya terkait dengan harapan, namun wish sebenarnya lebih banyak digunakan untuk menunjukkan penyesalan atau tidak mungkin terjadi.
Example :
  • I wish I could play the guitar (In reality, I can't play the guitar, but I want to).
    (Saya harap saya bisa bermain gitar (Kenyataannya, saya tidak dapat bermain gitar, tapi saya menginginkannya)
  • I wish I had a better job. (Pada kalimat ini pembicara tidak memiliki pekerjaan yang dia inginkan sekarang)
  • I wish my kids could have a better education. (Kenyataannya anakku tidak pendidikan yang lebih baik)
Wish digunakan dengan situasi yang tidak ril (nyata), jadi seperti semua situasi yang tidak ril (nyata) dalam bahasa Inggris kalimat menggunakan bentuk waktu yang mundur satu tensis ke masa lampau. Jika kalimat menggunakan present tense, maka kita menggunakan wish dengan Past tense. Contoh:
  • I want more time now : I wish I had more time.
  • It’s too hot now : I wish it wasn’t so hot.
Dan jika kalimat menggunakan past tense, kita memakai wish dengan past perfect tense. Di sini kita bicara tentang penyesalan. Contoh:
  • I wanted more time :I wish I had had more time. (kenyataannya saya tidak punya banyak waktu)
  • It’s too hot now : I wish it hadn’t been so hot. kenyataannya cuacanya begitu panas)
Kita juga menggunakan Wish + would + verb untuk membicarakan kebiasaan yang sering terjadi tapi kita tidak suka
contoh :
  • I wish my father would comeback from Jakarta (kenyataanya Ayahku tidak pernah pulang dari jakarta dan saya tidak menyukainya)
Kita juga menggunakan wish + to infinitive form /be. ungkapan keinginan dalam bentuk formal
contoh:
  • We don't have a class available right now. Do you want to wish it?
  • I wish to see your boss right away
Wish…would digunakan untuk mengungkapkan keluhan tentang situasi sekarang. Contoh
  • I wish he would speak louder.
  • Don’t you wish countries could stop fighting?
  • I wish it would stop raining.
Wish…would hanya digunakan untuk tindakan-tindakan, tidak untuk keadaan atau situasi. Contoh:

  • I wish I would be at home. – Tidak benar.
  • I wish I was at home / I wish I were at home. Benar

Kita juga menggunakan wish + noun untuk membicarakan tentang ungkapan harapan (hal yang kita inginkan) pada orang lain. Dalam hal ini, makna dari wish lebih menyerupai hope.
Example :
  • We wish you a great time
  • Wish me luck on my exam
  • Wish you all the best
wish dapat digunakan dalam bentuk yang lebih bervariasi dari pada hope.. jadi wish itu tidak hanya sekadar angan-angan kosong, tapi lebih luas.

Task :
Make a dialog containing expression of hope and wish. Upload your video to https://www.youtube.com/ and then write down your video link on this comment !

Belum ada Komentar untuk "Perbedaan penggunaan Wish dan Hope "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel